Masalah Klasik Freelancer
Kalau Anda bekerja lepas — sebagai desainer, penulis, konsultan, atau developer — cerita berikut mungkin familiar:
- Kesepakatan hanya lewat WhatsApp atau email
- Klien tiba-tiba mengubah scope, lalu bilang "dari dulu memang begitu"
- Pembayaran tertunda dengan alasan "nanti dulu, ada masalah"
- Project sudah selesai, tapi klien mengklaim tidak pernah setuju dengan deliverable
- Dokumen proposal yang dikirim bulan lalu, kini isinya diragukan
Akar masalahnya sama: tidak ada cara obyektif untuk memastikan siapa yang setuju dengan apa, kapan.
Apa yang Freelancer Butuhkan (dan Apa yang Tidak)
Freelancer tidak butuh:
- Tanda tangan elektronik tersertifikasi PSrE yang mahal
- Meterai di setiap proposal kecil
- Bantuan notaris untuk kontrak ringan
Freelancer butuh:
- Catatan obyektif kapan kontrak disepakati
- Bukti bahwa versi dokumen yang disimpan klien sama dengan yang Anda kirim
- Cara cepat bagi klien untuk memverifikasi dokumen yang mereka terima
- Jejak audit sederhana untuk dokumentasi pribadi
Semua yang ada di daftar kedua, TTDsah berikan.
Dokumen Freelance yang Cocok Disahkan
- Proposal project — versi yang disepakati, dengan timestamp
- Surat perjanjian kerja lepas — kontrak ringan dengan klien individu atau UMKM
- Invoice — dengan sidik jari digital supaya tidak bisa diubah nominalnya
- Berita acara serah-terima — saat deliverable diberikan
- Surat pernyataan revisi scope — mencatat perubahan kesepakatan
Workflow Praktis
Skenario: Anda menerima project desain Rp 5 juta dari klien baru.
- Buat proposal project Anda (PDF).
- Sahkan di TTDsah. Sistem memberikan kode verifikasi dan stempel QR.
- Kirim proposal ber-QR ke klien. Minta mereka konfirmasi dengan me-reply email atau WhatsApp — cukup yang sederhana.
- Simpan tautan verifikasi di catatan Anda.
Jika kemudian ada sengketa:
- Klien tidak bisa mengklaim proposal berbeda — sidik jari digital mencatat
- Klien tidak bisa mengklaim waktu berbeda — timestamp sistem obyektif
- Anda punya bukti dokumentasi untuk keperluan mediasi
Lebih lanjut tentang cara kerja sidik jari digital ada di panduan terpisah.
Manfaat untuk Invoice
Khusus untuk invoice, sidik jari digital sangat berharga. Bayangkan:
- Anda mengirim invoice Rp 10.000.000
- Klien "kehilangan" invoice itu dan minta dikirim ulang
- Anda mengirim ulang — tapi di akuntansi klien muncul sebagai Rp 1.000.000
Dengan QR TTDsah, klien bisa diminta memverifikasi invoice yang mereka pegang. Jika nominalnya berbeda, sidik jari tidak akan cocok.
Dokumen Tanpa Tanggal? Tetap Terlindungi
Banyak freelancer membuat kwitansi atau surat sederhana yang tidak bertanggal. Meskipun Anda lupa mencantumkan tanggal, sistem TTDsah tetap mencatat kapan dokumen disahkan.
Baca lebih lanjut tentang masalah dokumen tanpa tanggal untuk memahami kenapa ini penting.
Estimasi Biaya
- 5 project/bulan: Rp 12.500 (5 × Rp 2.500)
- 10 project/bulan: Rp 25.000
Investasi yang sepadan untuk memiliki ketenangan dokumen. Lihat harga dan paket lengkap.
Mulai Hari Ini
Paket Coba Dulu Rp 5.000 memberikan 2 dokumen untuk uji coba. Cukup untuk mengamankan satu proposal dan satu invoice pertama Anda.
TTDsah dioperasikan oleh Renold Sutadi (NIB: 1204260052017). Kontak: hello@ttdsah.com